Adakah Kristenisasi di Balik Rok Mini dan Celana Pendek?

Cara-cara Klasik

Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, mengaku murtadin (padahal palsu). Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi, tentu didahului dengan menghamili muslimah terlebih dahulu.

Di tahun 80-an missionaris menggebu-gebu karena setiap kepala murtadin dihargai jutaan dan di awal abad 20 ini bonusnya cukup besar untuk mangsa usia anak SD, SLTP dan mangsa SLTA jumlahnya berbeda-beda.

Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman..." Juga Al-Baqarah: 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka."


Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu". (Sumber: hidayatullah)


Upaya secara terorganisir mendunia juga dilakukan antara lain perusakan citra Islam dengan konspirasi isu Terorisme, Islamophobia dan fitnah-fitnah lainnya.


Cara Terkini dengan Rok Mini?


Usaha kristenisasi sangat susah melalui para intelektual dan netter, justru intelektual muda muslim semakin bertambah keimanannya dan cara ini tidak efektif. Perang via forum FFI justru menjungkalkan dan membongkar kesesatan kristen secara luas. Faktanya faithfreedom mengalami kekalahan telak. Kemudian juga melalui Gerakan Jarngan Islam Liberal (JIL) dan lain-lain.


Sekarang ini terindikasi lebih kuat kepada pelemahan moral, dapat kita lihat beberapa program acara media massa telah mempropagandakan kebudayaan berpakaian seksi dan mengumbar aurat. Ini tidak lain adalah salah satu upaya program pelemahan akidah Islam dan diperbudak nafsu.


Gencarnya Girls Band dengan pakaian serba mini adalah indikasi salah satu andalannya. Pengaruhnya ditujukan gaya berpakaian wanita-wanita terutama ABG-ABG sebagai sasaran empuk, sehingga tidak malu-malu lagi untuk pakai celana ketat pendek, rok mini di jalan-jalan mengobral aurat. Ini akan menjadi efek domino dengan biaya murah untuk membuat bobrok umat.


Wahai Muslimah.... TUTUPLAH AURATMU.... BUDAYAKAN JILBAB. Karena lalat tidak suka lemper yang dibungkus.

0 komentar:

Berita Terpopuler

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More